Rumus Sukses
Banyak orang di negara berkembang memahami arti kesuksesan berawal dari
jumlah uang saja. Padahal, belum tentu dengan jumlah uang yang banyak itu kita
akan hidup bahagia.
Banyak negara-negara berkembang mempunyai konsep yang salah atas arti
kesuksesan, dan salah satunya adalah Indonesia. Banyak diantara
kita menggunakan rumusan sukses yang berlandaskan materi; uang-uang-uang-kebahagiaan.
Tanpa disadari ini berawal dari waktu anak masih duduk di bangku SD orang
tua sering berkata "Sekolah yang pinter ya nak, biar nanti banyak uang!"
Kemudian ketika beranjak kuiah, orang tua berkata lagi, " Nak, kuliah cari
jurusan yang nanti kalo kerja gajinya gede, ya!"
Setelah anak lulus dari kuliah lagi-lagi orang tua menekankan mereka
tentang uang, "Eh nak, cari perusahan yang gede, biar duit-nya
banyak." Bahkan tidak sampai di situ saja, ketika anak hendak mencari
jodoh, orang tua pun berkata, "Kalau cari calon istri/suami carilah yang
kaya, yang kantongnya tebel." Pada akhirnya, semua usaha kita terfokus
pada uang, namun belum tentu kita bahagia.
Sekarang kita lihat rumusan sukses dari negara maju: happiness-totality-expertise-money.
Hal yang pertama-tama ditanamkan adalah jika mengerjakan sesuatu
carilah hal-hal yang disukai, sehingga merasa bahagia dalam mengerjakannya (happiness). Dengan rasa senang tentu
saja kita mengerjakannya dengan kesungguhan hati dan bukan asal jalan (totality). Orang yang mengerjakan
sesuatu dengan kesungguhan hati tentu saja akan menjadi ahli (expertise). Maka kalau hal tersebut
sudah dilakukan maka uang akan datang sendiri (money).
Kesimpulannya adalah cari hal-hal yang kita sukai dan kerjakan itu!

Comments
Post a Comment