Memungut Kebaikan yang Berserak
Di era ini, anak muda tak lagi dapat menutup mata dan telinganya dari berbagai serbuan informasi, nilai, dan budaya dari berbagai belahan dunia. Generasi muda saat ini menikmati mudahnya mengakses segala hal. Peluang untuk berkreatifitas, menemukan inspirasi, menjalin koneksi terbuka lebar. Tapi di sisi lain, anak muda juga kebingungan memilih dan memilah; manakah kebenaran, yang manakah kejahatan. Manakah kebaikan, yang manakah keburukan. Apakah akan memperkuat jati dirinya sebagai orang beragama, atau justru melemahkannya. Apakah akan menambah rasa cintanya pada bangsa, atau malah menguranginya. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa pemilik media didominasi-jika tidak bisa dibilang dikuasai-oleh the invisible hand , tangan-tangan jahat di balik layar. Penjajahan model baru. Menurut ahli sejarah Haikal Hasan, strategi untuk menghancurkan suatu bangsa adalah dengan menjauhkan anak muda dari ajaran agama dan memutusnya dengan rantai kebesaran sejarah. Ada 3 cara melemahkan da...