Design Your Life
Bagaimana jika kita
bepergian tanpa tahu kemana akan menuju?
Apa yang terjadi jika kita
mendaki gunung tanpa peta dan kompas?
Kita akan membuang percuma
energi, materi, dan waktu yang kita miliki. Kita akan kehabisan bekal di
perjalanan, atau kita akan tersesat, dan mungkin celaka. Rasa gelisah akan
mendera dan puncaknya putus asa.
Lalu bagaimana dengan
perjalanan panjang kehidupan kita sebagai manusia?
Mengapa kita terlahir ke
dunia?
Untuk apa semua yang kita
miliki dan semua yang kita jalani?
Kemanakah kehidupan ini
akan berujung?
Semua pertanyaan itu harus
terjawab. Jika pertanyaan itu tidak menemukan jawaban, selama itu pula manusia
akan merasakan kehampaan dalam hidup.
Mulai dari akhir
Bagi kebanyakan orang,
“mulai dari akhir”, barangkali merupakan ungkapan yang aneh. Bukankah memulai
sesuatu itu yah pasti dari yang awal, dari yang pertama.
Padahal, dalam kenyataan,
ungkapan itu sebenarnya adalah kepastian.
Misalnya, seorang arsitek,
sebelum membangun, yang pertama dia lakukan adalah membuat maket (bentuk
tiruan, dalam skala kecil tiga dimensi). Seperti apa maket itu, seperti itulah
bangunan yang akan didirikan. Rancangan itu dengan detail menunjukkan seluruh
bagian bangunan yang akan didirikan. Tampak depan dan belakang, tampak dari samping,
hingga desain interior serta bahan-bahan apa saja yang akan dipakai.
Kata Stephen R. Covey, dalam
bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, “Merujuk pada tujuan
akhir, didasarkan pada prinsip bahwa segalanya diciptakan dua kali. Ada ciptaan
mental atau pertama, dan ciptaan fisik atau kedua.”
Artinya, segala sesuatu
itu tercipta dua kali; pertama di “alam pikiran kita”, yang kedua barulah
terlahir di “alam kenyataan”.
Begitulah prinsipnya, kita
adalah apa yang kita pikirkan.
Kita hanya akan melakukan
apa yang pikiran dan hati kita perintahkan.
Kita hanya akan menjadi
apa yang paling benderang dalam benak kita.
Kita hanya akan berjalan
sejauh apa yang ada dalam pikiran.
“Bagaimana kita bisa berharap sampai, bila kita tidak tahu kemana kita pergi?”(Sidney Newton Bremer, Ph.D)
“Hal terbesar dalam dunia ini tidaklah terdapat pada tempat kita berada, melainkan pada tempat yang kita tuju.”(Oliver Wendell Holmes)
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan pahala/balasan/akibat sesuai dengan niatnya...”(Rasulullah Saw, HR Bukhari dan Muslim)
Karena itulah, sudah
semestinya kita mendesain hidup kita.
Kitalah yang paling
bertanggungjawab kepada diri sendiri.
Kemana kita akan membawa
hidup kita? Ingin jadi seperti apakah kita? Apa yang ingin kita persembahkan
untuk kehidupan ini? Apa yang ingin kita berikan dan wariskan untuk orang-orang
tercinta? Rumah masa depan apa yang kita impikan? Sambutan apa yang kita harapkan
di hari akhir nanti?
Let’s design our
life!
[ Fey I Kata Kita ]

Comments
Post a Comment