Cinta dan Pengorbanan
Bagaimana jika para ibu menyerah dengan rasa sakit dan keletihan mengandung masa empat atau lima bulan?
Bagaimana jika para pahlawan berhenti bertempur di medan perang karena takut gores luka dan tetes darah?
Bagaimana jika Muhammad terduduk pasrah dengan penolakan dan ejekan kaumnya di awal mula dakwah?
Mereka tahu
Bahwa kebahagiaan bukanlah apa yang hanya bisa dinikmati sendiri dan sekedar puaskan hasrat diri
Mereka sadar
Bahwa rido Tuhan dan surga yang nikmatnya melebihi dunia dan seluruh isinya hanya bisa didapatkan dengan membayar harga yang pantas
Cinta dan kehormatan hidup selalu menuntut perjuangan dan pengorbanan
Perjuangan adalah simbol keberdayaan
Pengorbanan adalah simbol ketulusan
Cinta yang terucap tapi tak menjelma jadi laku nyata adalah kebohongan
Cinta di hati tapi tak menggerakkan diri untuk berkorban dan memberi adalah kelemahan
Begitulah para ibu mengajarkan kita
Perih dan letih demi buah hati
Begitulah para pahlawan mengajarkan kita
Luka, darah, dan nyawa adalah bukti persembahan terbaik dihadapan Tuhan dan sejarah
Begitulah Nabi mengajarkan kita
Segenap pikiran dan perasaan, segala daya dan upaya, seluruh tenaga dan harta untuk menebarkan cahaya dan keselamatan bagi semua umat manusia
Adakah cinta di hatimu untuk semua hati di bumimu?
Besarkah harapmu untuk menjemput takdir terbaik hidupmu?
Siapkah dirimu untuk berjuang dan berkorban sampai akhir helai nafasmu?
@ferrial_as

Comments
Post a Comment